DaerahNewsPilihan Editor

Tim SAR Gabungan Temukan Black Box di Lokasi Reruntuhan Pesawat Maros–Pangkep

×

Tim SAR Gabungan Temukan Black Box di Lokasi Reruntuhan Pesawat Maros–Pangkep

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat. (Ist)

Kabarpublic.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat berupa Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) dari badan pesawat yang mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.

Penemuan tersebut dilakukan pada hari kelima operasi pencarian, Rabu (21/1/2026), sekitar pukul 11.00 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa penemuan black box menjadi bagian krusial dalam rangkaian penanganan dan investigasi kecelakaan pesawat.

Baca juga:  Diperkuat Tiga Atlet asal Luwu Utara, Tim Cricket Putri Sulsel Lolos ke Final PON 2024

“Black box yang ditemukan terdiri dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder. Keduanya ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, Flight Data Recorder (FDR) berfungsi merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin.

Data tersebut sangat penting untuk membantu pihak berwenang dalam merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.

Sementara itu, Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antarawak pesawat serta suara-suara penting lainnya selama penerbangan.

Baca juga:  Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Palopo, Pemasok Masih Diburu

“Secara umum, perangkat FDR dan CVR disimpan di bagian ekor pesawat. Penempatan ini dirancang karena area ekor dinilai memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data menjadi lebih besar,” jelasnya.

Arif menambahkan, setelah ditemukan, black box akan segera diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang, yakni Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), untuk dilakukan investigasi lanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Penemuan ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. Tim SAR gabungan tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek-objek penting di lokasi kejadian,” pungkasnya. (**)

Baca juga:  Peringati HUT ke-80 RI, Pemkab Luwu Salurkan Bantuan Pertanian Rp4,1 Miliar