DaerahNewsPilihan Editor

Pria Tenggelam di Bendungan Sungai Pesap Kutim Ditemukan Meninggal Dunia

103
×

Pria Tenggelam di Bendungan Sungai Pesap Kutim Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Tim sar gabungan saat mengevakuasi pria yang tenggelam di bendungan Sungai Pesap Kutim. (Ist)

Kabarpublic.com – Seorang pria berinisial NI (22) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di Bendungan Sungai Pesap, Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur.

Korban diketahui hilang sejak Kamis (19/12/2024) saat menjala ikan di lokasi tersebut.

Koordinator Pos SAR Sangatta, Aurelius Godja, mengungkapkan bahwa kronologi kejadian bermula ketika korban berpamitan kepada keluarganya sekitar pukul 09.00 WITA untuk pergi menjala ikan.

Namun, hingga sore hari pukul 17.00 WITA, korban tidak kunjung pulang, sehingga keluarganya merasa khawatir dan memutuskan untuk mencarinya bersama warga setempat.

Baca juga:  Pendaki Perempuan Dievakuasi Tim Sar dari Pos 8 Gunung Bawakaraeng

“Setibanya di lokasi, keluarga korban bersama masyarakat menemukan motor, ikan dalam anjat (tas ikan) yang sudah mulai rusak, uang, handphone, dan sandal korban di tepi sungai. Namun, jala yang dibawa korban tidak ditemukan, sehingga diperkirakan korban tenggelam,” jelas Godja, Sabtu (21/12/2024).

Pihak SAR menerima laporan hilangnya korban pada Jumat (20/12/2024) pagi dan langsung menuju lokasi sekitar pukul 08.00 WITA.

Namun, perjalanan tim SAR terkendala karena jembatan menuju bendungan putus, sehingga mereka harus mencari rute alternatif.

Baca juga:  16 Desa di Luwu Masih Terisolir Akibat Longsor dan Banjir Bandang

“Ketika kami tiba di lokasi pada siang hari sekitar pukul 12.00 WITA, korban sudah ditemukan oleh warga setempat. Jenazahnya dibungkus dalam tas anyaman bambu khas suku Dayak,” tambahnya.

Tim SAR kemudian membantu proses evakuasi dengan memindahkan jenazah korban ke dalam body bag untuk penanganan lebih lanjut.

Aurelius Godja juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama di musim penghujan seperti saat ini.

“Arus air sedang deras, sehingga risiko kecelakaan sangat tinggi. Kami harap masyarakat lebih waspada,” pungkasnya (**)

Baca juga:  Banjir Landa Kutim Lumpuhkan Perekonomian di Pasar Sebongkok Bengalon