NewsPilihan Editor

Longsor Putus Total Jalur Palopo–Luwu, Tiga Motor Guru Tertimbun

194
×

Longsor Putus Total Jalur Palopo–Luwu, Tiga Motor Guru Tertimbun

Sebarkan artikel ini
Longsor besar di Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang. (Int)

Kabarpublic.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Palopo, Sulawesi Selatan, sejak Jumat (21/11/2025) sore memicu longsor besar di Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang.

Tebing setinggi sekitar 15 meter runtuh dan menimbun badan jalan poros Palopo–Luwu pada Kilometer 11.

Material berupa tanah, batu, dan batang kayu menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 60 meter.

Hingga Sabtu (22/11/2025) siang, akses belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena kondisi tanah yang masih labil dan longsor susulan terus terjadi.

Meski petugas telah memberi imbauan, sejumlah warga tetap nekat melintas dengan berjalan kaki demi melanjutkan aktivitas. Namun risiko jatuhan batu dari tebing sangat tinggi.

Baca juga:  Laporan Dugaan Ijazah Palsu, Ketua Bawaslu Palopo: Telah Kedaluwarsa

Longsor juga menimbun tiga sepeda motor milik tenaga pendidik SD Sangga Langi Bastem yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mengikuti pelatihan di Kabupaten Luwu. Kejadian terjadi pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 18.00 Wita.

Tiga guru, yakni Nisa, Sandra Noloan, dan Sanda, berlari menyelamatkan diri ketika melihat tebing bergerak. Motor jenis Revo, Jupiter, dan satu unit motor matic milik mereka ikut tertimbun material.

Ayah salah satu guru, Pelipus Patuju, mengungkapkan putrinya sempat terkena batu di bagian kepala. Beruntung, ia mengenakan helm sehingga tidak mengalami luka serius.

“Anakku selamat, tapi motornya tertimbun. Sempat kena batu di kepalanya, untungnya dia pakai helm,” kata Pelipus, kutip dari inspirasitimur.com.

Baca juga:  Serah Terima Jabatan Menteri Agama, Gus Yaqut Serahkan Kepemimpinan kepada Nasaruddin Umar

Tiga motor itu belum dapat dievakuasi karena lokasi masih tertutup timbunan tanah dan batu.

Petugas TNI dari Koramil Wara telah berada di lokasi sejak Jumat malam untuk membantu evakuasi awal menggunakan alat seadanya. Namun pergerakan tanah yang masih aktif menjadi kendala utama.

Danramil Wara, Kapten Inf Agus Purwono, menyebut bebatuan masih terus berjatuhan dari tebing.

“Panjang longsor sekitar 60 meter dengan ketinggian material diperkirakan mencapai 4 meter. Jalan lumpuh total dan belum bisa dibuka tanpa alat berat,” jelasnya.

Ia juga meminta warga untuk sementara tidak melintas, termasuk berjalan kaki, demi menghindari potensi longsor susulan.

Baca juga:  2.374 Tenaga Honorer Palopo Ikuti Seleksi PPPK Tahap I

“Pengerjaan diperkirakan memakan waktu 2–3 hari, bergantung kondisi cuaca dan stabilitas tebing,” tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Palopo, Rachmad, menuturkan bahwa longsor kembali terjadi di titik yang sama dengan kejadian pada 11 November 2025, namun kali ini dengan luasan lebih besar.

“Awalnya 25 meter badan jalan tertutup material setinggi 4 meter. Longsoran terus terjadi hingga kini mencapai 60 meter,” jelasnya.

BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk pengerahan alat berat. Namun cuaca yang masih berpotensi hujan membuat pembersihan material belum dapat dilakukan maksimal. (**)