Daerah

Hasil Panen Warga Binaan Lapas Palopo Mengalir untuk Daerah Terdampak Bencana

3
×

Hasil Panen Warga Binaan Lapas Palopo Mengalir untuk Daerah Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo mengikuti kegiatan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan.

Kabarpublic.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo mengikuti kegiatan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang digelar secara nasional dan terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, Kamis (15/1).

Kegiatan ini diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia secara daring melalui aplikasi Zoom, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai.

Di Lapas Kelas IIA Palopo, panen raya dihadiri langsung Kepala Lapas Palopo, Jose Quelo, bersama seluruh jajaran pegawai serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Palopo.

Selain itu, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan lintas sektor dengan hadirnya Kapolsek Wara Utara, Lurah Buntu Datu, Babinsa, serta Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kota Palopo.

Baca juga:  Serah Terima Jabatan Kalapas Palopo Berlangsung Haru, Plt Kalapas: Tugas di Lapas Bukan Hal Mudah

Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, menyampaikan bahwa seluruh hasil panen dari kegiatan panen raya tersebut rencananya akan dijual.

“Dana hasil penjualannya nanti yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu korban yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatra Utara,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pelaksanaan Panen Raya Nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

“Jadi Lapas Palopo trut serta dalam melaksanakan Panen Raya Nasional yang dilaksanakan di 33 provinsi dan sejumlah satuan kerja pemasyarakatan,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswi Terduga Pemalsu Uang di Palopo Dikembalikan ke Keluarga

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, dalam panen raya kali ini, pihaknya berhasil memanen berbagai jenis sayuran hasil pembinaan kemandirian warga binaan, di antaranya terong, kangkung, dan kacang panjang.

“Hasil panen tersebut merupakan buah dari program pembinaan berbasis pertanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan Lapas Palopo,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa, program ketahanan pangan melalui pembinaan kemandirian ini merupakan salah satu program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Program tersebut bertujuan meningkatkan kemandirian warga binaan sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan sebagai premi bagi warga binaan serta berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelasnya.

Baca juga:  Lapas Palopo Bersama KPU Rakor Persiapan Penyusunan Daftar Pemilih di TPS Khusus

Menariknya, pada pelaksanaan panen raya ini, hasil panen tidak hanya dimanfaatkan secara internal.

Seluruh hasil panen disalurkan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada daerah terdampak bencana, khususnya wilayah Aceh dan Sumatra, sebagai wujud solidaritas dan dukungan kemanusiaan jajaran pemasyarakatan.

Untuk itu, Lapas Kelas IIA Palopo menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan yang berorientasi pada manfaat sosial dan ekonomi, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang produktif dan humanis. ***