DaerahNewsPilihan Editor

Dukungan Pembentukan Provinsi Luwu Raya Menguat, Pemuda Mappedeceng Nyatakan Sikap

×

Dukungan Pembentukan Provinsi Luwu Raya Menguat, Pemuda Mappedeceng Nyatakan Sikap

Sebarkan artikel ini
pemuda di Desa Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, secara terbuka menyatakan sikap mendukung penuh pemekaran Provinsi.

Kabarpublic.com – Arus dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali menguat dari akar rumput.

Kali ini, sejumlah pemuda di Desa Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, secara terbuka menyatakan sikap mendukung penuh pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan dengan pembentukan daerah otonomi baru Provinsi Luwu Raya.

Salah satu tokoh pemuda Mappedeceng, Rifki, menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan sekadar keinginan sesaat, melainkan kebutuhan mendesak demi masa depan generasi mendatang.

Menurutnya, identitas dan kemandirian Luwu Raya merupakan hal yang tidak dapat dinegosiasikan.

“Bagi kami, pembentukan Provinsi Luwu Raya adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ini tentang harkat, martabat, dan masa depan tanah kelahiran kami,” ujar Rifki dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Baca juga:  Barang Korban dan Reruntuhan Pesawat Ditemukan di Lokasi Ekstrem

Senada dengan itu, praktisi hukum sekaligus advokat, M. Akbar, memberikan penguatan dari sudut pandang yuridis dan tata kelola wilayah.

Ia menilai luasnya wilayah Luwu Raya saat ini membuat rentang kendali koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang berpusat di Makassar menjadi terlalu jauh, sehingga berdampak pada lambannya percepatan pembangunan.

M. Akbar menekankan dua poin utama yang menjadikan pemekaran Provinsi Luwu Raya sebagai kebutuhan strategis.

Pertama, peningkatan aksesibilitas pelayanan publik, dan kedua, kemandirian dalam pengelolaan sumber daya alam.

Baca juga:  Jaga Kebersihan ODTW Tamboke, UPT Pariwisata Lutra Bagikan Tempat Sampah

“Dua poin utama, pertama aksesibilitas, agar pelayanan publik lebih mudah dan masyarakat tidak harus menempuh jarak ratusan kilometer untuk mengurus administrasi di tingkat provinsi. Kedua, kemandirian ekonomi, agar Tana Luwu dapat mengelola kekayaan sumber daya alamnya secara mandiri dan optimal untuk kesejahteraan rakyat,” terang M. Akbar.

Ia juga menambahkan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya sejalan dengan filosofi leluhur Tana Luwu, “Wanua Mappatuo Na Ewai Alena”, yang bermakna negeri yang mampu menghidupi dan berdiri di atas kaki sendiri.

Baca juga:  Ini Motif Warga Luwu Utara Dibacok Hingga Tewas

Filosofi tersebut, menurutnya, menjadi landasan moral bahwa Luwu Raya telah sangat layak mengurus rumah tangganya sendiri.

“Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertambangan, pertanian, hingga kelautan, sudah saatnya kekayaan ini dikelola dengan semangat kemandirian sesuai dengan jati diri dan filosofi Tana Luwu,” tutupnya.

Dukungan terbuka dari pemuda Desa Mappedeceng ini diharapkan dapat memicu gelombang dukungan serupa di wilayah lain di Luwu Raya, sehingga perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya semakin menguat dan membuahkan hasil nyata di tingkat pemerintah pusat. (**)