Daerah

DPRD Palopo Pastikan Harga dan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan

×

DPRD Palopo Pastikan Harga dan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo melakukan kunjungan lapangan untuk memantau harga bahan pokok.

Kabarpublic.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo melakukan kunjungan lapangan untuk memantau harga bahan pokok, di Pusat Niaga Palopo (PNP), Jumat (6/2/2026).

Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menjelang bulan suci Ramadan, guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Kunjungan lapangan tersebut dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kota Palopo, Alfri Jamil, bersama anggota DPRD Sadam Lamudi, SH, dan Andi Muh. Tazar, SH. Rombongan didampingi jajaran Dinas Perdagangan serta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palopo.

Baca juga:  Tersinggung Soal Pembagian Daging, Pria di Toraja Tikam Tetangganya Hingga Tewas

Alfri Jamil menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga bahan pokok menjelang Ramadan 2026 masih relatif stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

“Harga daging ayam memang mengalami kenaikan, namun masih dalam batas yang wajar dan menurut kami masih terjangkau. Begitu juga dengan harga beras yang bervariasi, tergantung jenisnya,” ungkap Alfri.

Terkait harga daging, Alfri menambahkan bahwa sebagian besar stok daging di Kota Palopo berasal dari luar daerah, sehingga memengaruhi harga jual. Saat ini, harga daging berada di kisaran Rp130 ribu per kilogram, sementara tulang dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram.

Baca juga:  Seorang Lansia di Palopo Dililit Ular Hingga Meninggal Dunia

“Untuk cabai juga terjadi kenaikan, namun masih dalam tahap kewajaran dan terjangkau. Begitu pula dengan harga bawang merah dan bawang putih,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Palopo, Andi Enceng, memastikan bahwa ketersediaan stok bahan pangan saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

“Alhamdulillah, ketersediaan stok bahan pangan masih aman dan diperkirakan mencukupi hingga enam bulan ke depan,” pungkasnya. (**)