Daerah

Kelola Dinamika Lingkar Tambang, Satgas dan MDA Tekankan Transparansi dan Stabilitas

×

Kelola Dinamika Lingkar Tambang, Satgas dan MDA Tekankan Transparansi dan Stabilitas

Sebarkan artikel ini

Kabarpublic.com — Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi menggelar kegiatan koordinasi bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, serta perwakilan Human Capital (HC) dari masing-masing kontraktor MDA guna membahas dinamika yang berkembang di wilayah lingkar tambang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Satgas dalam memastikan stabilitas sosial dan keberlanjutan investasi tetap terjaga di Kabupaten Luwu melalui penguatan koordinasi lintas sektor.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Investasi, Moh. Arsal Arsyad, menegaskan bahwa setiap dinamika yang muncul di lingkar tambang harus disikapi secara cepat dan terkoordinasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Baca juga:  FP2KEL Laporkan DPMD Luwu dan PT Putri Dewani Mandiri ke Kejaksaan

“Investasi adalah bagian dari pembangunan daerah, namun stabilitas sosial adalah fondasinya. Karena itu, setiap dinamika di lapangan harus segera dikomunikasikan dan ditangani bersama, bukan dibiarkan berlarut,” ujar Arsal.

Ia menambahkan, peran Satgas tidak hanya memastikan kelancaran administrasi investasi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kepastian usaha dan kepentingan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Dalam forum tersebut, unsur Pokja dan perwakilan Human Capital dari masing-masing kontraktor MDA turut menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait dinamika ketenagakerjaan dan ekspektasi masyarakat terhadap peluang kerja.

Berbagai masukan konstruktif dihimpun sebagai bagian dari upaya merumuskan solusi yang lebih sistematis dan terkoordinasi.

Direktur MDA, Erlangga Gaffar, menyampaikan bahwa perusahaan memahami tingginya harapan masyarakat terhadap peluang kerja di proyek tersebut.

Baca juga:  400 Balita di Luwu Ikuti Gerakan Gemar Makan Telur, Upaya Cegah Stunting

Namun, ia menegaskan bahwa secara realistis jumlah lowongan yang tersedia tidak dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan tenaga kerja di sekitar wilayah proyek.

“Antusiasme masyarakat terhadap peluang kerja di MDA tentu kami pahami dan hargai. Namun jumlah posisi yang tersedia terbatas dan tidak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan tenaga kerja yang ada. Karena itu, kami berharap dukungan semua pihak untuk bersama-sama mengelola ekspektasi ini secara bijak dan terstruktur serta memastikan proses rekrutmen yang transparan,” ujar Erlangga.

Ia juga menekankan bahwa kontribusi MDA bagi daerah tidak hanya diukur dari jumlah tenaga kerja yang terserap secara langsung.

Baca juga:  Empat Daerah Masuk Zona Kuning Versi Ombudsman Sulsel, Palopo Termasuk?

Investasi yang berjalan turut mendorong perputaran ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, kontraktor daerah, serta penyedia barang dan jasa di sekitar wilayah operasional.

“Kehadiran MDA bukan hanya soal lowongan kerja langsung. Ada perputaran ekonomi yang tumbuh, kemitraan dengan usaha lokal, serta Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang kami jalankan agar manfaat investasi dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui koordinasi ini, Satgas Percepatan Investasi menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas OPD dan Pokja, sekaligus memastikan setiap dinamika yang muncul dapat direspons secara cepat dan terukur demi menjaga stabilitas wilayah serta keberlanjutan investasi di Kabupaten Luwu. (**)