Kabarpublic.com – Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Kabupaten Luwu di Lapangan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Senin (16/2/2026), berlangsung penuh haru dan kebanggaan.
Pada momen tersebut, Bupati Luwu menyerahkan hadiah khusus kepada para juara sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus berprestasi.
Bupati menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ harus menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan di masa mendatang.
Ia mengingatkan, kemenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses pembinaan generasi Qur’ani yang berkarakter.
“Kepada yang meraih juara agar terus meningkatkan kemampuan dan prestasinya. Bagi yang belum berkesempatan, jangan berkecil hati, terus belajar dan tingkatkan kemampuan ke depan. Yang terpenting adalah tumbuhnya kesadaran untuk memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an,” pesannya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Luwu memberikan hadiah khusus berupa paket umrah bersama Bupati Luwu kepada Juara I Hafalan 30 Juz putri, Filla Attaqi dari Kecamatan Larompong, serta Juara I Hafalan 30 Juz putra, Indra Awaluddin Firdaus dari Kecamatan Larompong Selatan.
Selain itu, Juara I Hafalan 20 Juz putra dan putri masing-masing menerima hadiah sebesar Rp10 juta. Untuk Juara I Hafalan 10 Juz putra dan putri diberikan hadiah Rp7 juta, Juara I Hafalan 5 Juz putra dan putri menerima Rp5 juta, serta Juara I Tilawah putra dan putri tingkat anak-anak, remaja, dan dewasa masing-masing memperoleh Rp5 juta.
Tak hanya dari pemerintah daerah, dukungan juga datang dari pihak swasta. PT Putra Mecca Wisata menyerahkan dua paket umrah bagi Juara I Hafalan 30 Juz putra dan putri. Sementara PT Hanan Media Harawan memberikan tiga paket umrah khusus untuk kafilah Kecamatan Ponrang.
Bupati berharap, apresiasi tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para qari dan qariah untuk terus mengembangkan potensi dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
“MTQ ini harus menjadi gerakan bersama dalam membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Luwu. Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguatan karakter generasi Qur’ani demi Luwu yang lebih maju dan religius,” tutupnya. (**)







