Kabarpublic.com – Sebanyak 74 murid kelas IV Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Rabbani Malili mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outing class) dengan mengunjungi Perumdam Waemami Luwu Timur, Kamis (29 Januari 2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam materi mata pelajaran IPAS tentang Sumber Daya Alam melalui pembelajaran langsung di lapangan.
Kepala SDIT Insan Rabbani Malili, Usman, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kunjungan edukatif tersebut dirancang agar para siswa dapat memahami proses teknis pengolahan air bersih sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian sumber daya air dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kunjungan ini, siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga melihat langsung bagaimana proses pengolahan air bersih serta memahami betapa pentingnya menjaga dan melestarikan sumber daya air,” ujar Usman.
Direktur Perumdam Waemami Luwu Timur, Andi Maryam M.N. Palullu, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi inisiatif pihak sekolah dalam memberikan edukasi sejak dini terkait air bersih.
Menurutnya, pemahaman tentang pentingnya air harus ditanamkan kepada generasi muda agar tercipta budaya hemat air di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran anak-anak dari SDIT Insan Rabbani. Proses mengolah air baku hingga menjadi air layak konsumsi memerlukan tahapan yang panjang serta teknologi yang tidak sederhana. Kami berharap setelah melihat proses ini secara langsung, para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan rumah masing-masing untuk lebih bijak dan menghargai penggunaan air bersih,” ungkap Andi Maryam.
Selama kunjungan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.30 WITA, para siswa yang didampingi guru pembimbing berkesempatan meninjau berbagai fasilitas pengolahan air milik Perumdam Waemami Luwu Timur serta mendapatkan penjelasan terkait tahapan pengolahan air bersih.
Kegiatan ini sejalan dengan visi SDIT Insan Rabbani Malili sebagai sekolah yang “Religius, Unggul, dan Berwawasan Lingkungan.”
Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan penyedia layanan publik seperti Perumdam Waemami Luwu Timur, diharapkan pemahaman siswa tentang konservasi alam, khususnya pengelolaan air bersih, tidak hanya berhenti pada teori, tetapi tumbuh menjadi kesadaran nyata dalam kehidupan sehari-hari. (**)







