Daerah

Komitmen Transformasi Digital, Pemkab Luwu Raih Predikat Baik SPBE 2025

34
×

Komitmen Transformasi Digital, Pemkab Luwu Raih Predikat Baik SPBE 2025

Sebarkan artikel ini
Bupati H. Patahudding bersama Wakil Bupati Muh. Dhevy Bijak Pawindu.

Kabarpublic.com – Pemerintah Kabupaten Luwu mencatatkan capaian positif dalam penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan meraih nilai 2,76 dan masuk kategori Baik pada hasil Evaluasi/Pemantauan SPBE Tahun 2025.

Capaian tersebut merupakan hasil pemantauan yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terhadap implementasi SPBE di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu.

Pemantauan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan, tata kelola, manajemen, hingga layanan pemerintahan berbasis elektronik.

Berdasarkan hasil evaluasi, indeks SPBE Kabupaten Luwu menunjukkan peningkatan berkelanjutan dari tahun ke tahun. Pada 2019, indeks SPBE Luwu berada pada angka 1,53 dengan kategori Kurang.

Baca juga:  Generasi Muda Luwu Siap Lestarikan Warisan Daerah Lewat Ajang Duta Budaya 2025

Angka tersebut meningkat menjadi 2,29 (Cukup) pada 2021, 2,26 (Cukup) pada 2022, 2,58 (Cukup) pada 2023, 2,60 (Baik) pada 2024, hingga mencapai 2,76 (Baik) pada tahun 2025.

Hasil pemantauan juga memperlihatkan kinerja yang relatif baik pada sejumlah domain SPBE, antara lain domain kebijakan, tata kelola, manajemen SPBE, serta layanan administrasi dan layanan publik berbasis elektronik.

Capaian ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu dalam mendorong transformasi digital pemerintahan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Bupati Luwu, H. Patahudding, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Baca juga:  Pria di Luwu Utara Diduga Gantung Diri Akibat Depresi dan Masalah Ekonomi

Menurutnya, implementasi SPBE menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“SPBE bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana membangun sistem pemerintahan yang efisien, akuntabel, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian terus memfokuskan program pengentasan area blank spot jaringan telekomunikasi.

Serta penyediaan layanan wifi gratis di area-area publik sebagai bagian dari penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Luwu, H. Muhammad, mengatakan bahwa peningkatan indeks SPBE tidak terlepas dari upaya perbaikan infrastruktur dan layanan digital yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga:  KPU Gowa Raih Penghargaan Nasional dengan Indeks Partisipasi Pemilu Tertinggi 2024

“Kami terus mendorong perluasan akses jaringan telekomunikasi, khususnya di wilayah yang masih mengalami blank spot, serta menghadirkan wifi gratis di ruang publik agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat transformasi digital pemerintah,” jelasnya.

Capaian Indeks SPBE Tahun 2025 ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Luwu untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis elektronik, sekaligus memperluas akses layanan digital yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (**)